Cari:
Welcome Guest
[Login | Daftar]

Marhaban Yaa Ramadhan. Selama Bulan Ramadhan, Kami Buka Senin-Jumat, Jam 08.00-16.30. Harap Diperhatikan Masalah Pengiriman, Dipastikan Ekspedisi Mengalami Overload & Keterlambatan. Jadi Harus Diperhitungkan Juga Akan Memakai Layanan Ekspedisi Yang Mana. Pengiriman Terakhir 18 Juli 2014 (Konfirmasi Transfer Paling Lambat Jam 14.00). Libur Idul Fitri 19 Juli - 2 Agustus 2014. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

Keranjang Belanja
Keranjang Anda Kosong.
0Produk di keranjang:
Rp0Total:
 
Shop by Category
Informasi
Produk: 725
Kategori: 39
Harga: Indonesian Rupiah
 
Bahasa
 
Mailing List
Langganan Newsletter Kami:
Email:
 
Statistik
Total Visitors : 4435100
Yang online : 8
 
Artikel

Untuk Anak, Madu Lebih Ampuh daripada Obat Batuk

MADU dikenal mempunyai banyak manfaat. Satu sendok teh madu yang diminum sebelum tidur dapat meredakan batuk dan membantu anak tidur lebih nyenyak. Demikian hasil penelitian terbaru yang dilaporkan para orang tua terhadap anak-anak yang menderita batuk.

Obat tradisional ini lebih baik dari obat batuk maupun perawatan medis modern lainnya. Madu bermanfaat melegakan dan menyembuhkan luka pada tenggorokan. “Banyak sekali para orang tua yang ikut dalam penelitian ini. Dan mereka mengatakan apa yang dianjurkan nenek-nenek kita dulu memang benar, ” kata Kepala Tim Peneliti dari University’s College of Medicine, Negara Bagian Pennsylvania, Dr. Ian Paul. Hasil penelitian ini akan dimuat dalam Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine bulan ini.

Dewan kesehatan federal AS lama ini mengeluarkan peringatan supaya tidak menggunakan obat-obatan pereda batuk dan flu untuk anak-anak di bawah usia 6 tahun. Selain itu, beberapa obat untuk bayi ditarik dari pasaran.

Tiga dokter anak yang juga ikut serta dalam penelitian ini menyarankan agar orang tua menggunakan obat tradisional seperti madu ini. Meski begitu, madu tidak boleh diberikan untuk anak di bawah usia 1 tahun karena dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius.

Penelitian ini melibatkan 105 anak yang menderita infeksi pernasan dari sebuah klinik di Pennsylvania. Orangtua diberikan sebuah tas kertas dengan instruksi dosis di dalammnya. Beberapa orang tua tidak mendapat catatan dosis khusus, beberapa lainnya diberikan instruksi dosis untuk obat flu rasa madu yang mengandung dextromethorphan sesuai dengan usia anak. Beberapa yang lain menggunakan dosis tertentu madu.

Selanjutnya, orangtua diminta untuk memonitor tidur dan batuk anak yaitu, sekali sebelum dan sesudah. Rata-rata anak menderita gejala infeksi pernafasan ini pada skala 7. Setelah penelitian kondisi kesehatan seluruh anak menjadi lebih baik. Namun, anak-anak yang diminumi madu mencapai perkembangan yang lebih baik.

“Berikan dosis sedikit-sedikit maka mereka akan menjadi lebih baik,” kata Pat Jackson Allen, profesor di University School of Nursing, Yale.

Penelitian ini dibiayai Dewan Madu Nasional, sebuah industri yang didiriakan Departemen Pertanian Amerika Serikat. “Namun dewan ini tidak ikut campur terhadap desain penelitian, data maupun hasilnya,” kata Paul. (ap/cpk)
Obat batuk tradisional anak.. Oct 23, '08 11:36 AM
for everyone


Akibat pusiiiing tujuh keliling ngeliat kondisi anak pertama-ku yang bolak balik batuk pilek setelah mulai preschool nya, sampe bosen ngasih minum obaaaaaat mulu, di tambah ati gak tega juga ngeliatnya, anak kok minum obat terus..

Ku mau coba resep2 tradisional yang ku dapet dari milis ayahbunda online, moga2 bisa bantu ringan'in batuk pilek-nya anak-ku....

Jeruk Nipis
Untuk mencairkan dahak dan obat batuk anak. Caranya, campur 1 sdm air perasan jeruk nipis, 3 sdm madu murni, 5 sdm air matang, lalu ditim selama 30 menit. Takaran minum bayi antara usia 6-1 tahun : 2 kali 1/2 sdt ; anak 1-3 tahun : 2 kali 1 sdt; anak 4-5 tahun : 2 kali 1 1/2 sdt.
Cara lain, potong 1 buah jeruk nipis, peras airnya, taruh dalam gelas/cangkir. Tambahkan kecap manis, aduk. Takaran minum untuk anak, 3 kali 1 sdt per hari.

Kencur
Untuk meringankan batuk pada anak. Caranya, 5 gram kencur segar dicuci bersih, parut, lalu tambahkan 2 sdm air putih matang dan diaduk. Setelah disaring, tambahkan 1 sdm madu murni. Berikan 2-3 kali sehari. (ibudanbalita.com)


---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tips Mudah Menggosok Gigi Bayi Menurut Usianya

1. 0-6 Bulan. Usap gigi dan gusi dengan kain kasa steril atau kapas yang dibasahi air matang hangat.

2. 6-12 Bulan. Inilah saatnya bayi memiliki sikat gigi pertamnya. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah: berikan sikat gigi yang sangat lembut, sikat gigi bayi tanpa pasta gigi sedikitnya sekali sehari. Saat mandi, biarkan anak bermain dengan sikat giginya, untuk lebih membuatnya akrab dengan benda itu.

3. 12-24 Bulan. Pada usia ini, anak sudah bisa belajar menyikat gigi sendiri namun dengan bantuan. Tunggulah hingga ia bisa meludah atau berkumur sebelum memakai pasta gigi khusus anak. Berikan pasta gigi itu sedikit saja, kira-kira sebesar biji kacang polong. Lakukan minimal 2 kali sehari, sehabis sarapan dan sebelum tidur.

4. Di atas 24 Bulan. Kini anak sudah bisa menyikat gigi sendiri, namun tetap dalam pengawasan. Berikan pasta gigi itu sedikit saja. Lakukan minimal dua kali sehari, sehabis sarapan dan sebelum tidur. (tipsanda.com)

============================================
Aktvitas Stimulasi Otak Bayi
Lakukan aktivitas menstimulasi otak. Bayi jadi pintar dan bahagia.

Bermain sangat membantu dan merangsang perkembangan anak, salah satunya, perkembangan otak. Bermain juga tak harus menggunakan alat, Anda bisa membuat permainan sederhana yang kaya makna.

Main senyum, cium, dan suara (0-3 bulan)
Pada periode yang sangat awal ini, rangsang penglihat, peraba, pencium, dan pendengar penting untuk perkembangan otak atau kognisi bayi. Stimulasi seperti mendaratkan ciuman ke kening, pipi, mata, atau bagian tubuh yang lain, mengelus-elus, memberikan senyuman terindah, mengajak bicara, dan mendengarkan musik, membantu si buah hati belajar sense of sensations, sensasi. Hasilnya, bayi mampu memberikan senyum balasan di umur 6 atau 8 minggu. Otak bayi diajak belajar menginterpretasikan berbagai hal seperti ekspresi wajah atau suara dan membantu mengembangkan ukuran otaknya dua kali lipat. Bayi akan mengurangi perhatian pada rangsang yang berulang dan akan menambah perhatiannya saat rangsang itu berubah.
Diskusikan pada dokter bila bayi Anda belum menyambut senyuman maupun stimulasi lain dari Anda. Bila bayi Anda prematur, tanyakan pada dokter apakah perkembangannya yang lambat masih tergolong untuknya.

Main gerak dan tebak (Usia 3-6 bulan)
Di usia 4 bulan, bayi mulai mengenal dan menjalani rutinitas seperti bangun, tidur, atau makan. Anda dapat mengenalkan rutinitas lain yang membantu perkembangan otaknya seperti mengikuti aktivitas bermain sambil gym atau aktivitas motorik. Kegiatan ini membantu bayi belajar sebab-akibat, misalnya ia dapat menggapai mainan yang terjuntai di atasnya bila ia duduk dan merentangkan tangannya ke atas. Selain itu, bermain belajar mengenal anggota tubuh dari cermin juga seru. Anda menunjuk lalu mengucapkan bagian tubuh apa secara jelas dan perlahan. Misalnya “Ini apa? (sambil menyentuh matanya) Ini mata.” Meski ia masih dalam tahap bergumam atau bubble, perlahan ia belajar mengucap satu akhiran kata, misalnya “ta” dari “ma-ta”. Bayi pun bisa memperlajari anggota tubuh dan belajar bicara.
Diskusikan pada dokter ketika ia belum bisa bubble dan tidak mau kontak mata dengan Anda atau perkembangannya tak ada perubahan hingga usianya 6 bulan.

Main  “Petak Umpet”(Usia 6-9 bulan) 
Pencapaian kekonstanan atau objek permanen sebuah benda bisa diraih pada periode usia ini. Maksud dari konstan yaitu pemahaman bahwa benda sebenarnya tetap ada walaupun tidak terlihat. Umumnya, bayi akan berusaha terus mencari, menemukan benda yang disembunyikan. Berhubung dia sedang belajar merangkak, tentu bayi akan mencari dengan cara merangkak. Biarkan ia merangkak sesukanya. Aktivitas ini dapat menstimulasi koordinasi otak kiri dan kanannya. Bermain Cilukba, menutup benda dengan sapu tangan, atau sembunyi di bawah selimut bisa menjadi permainan sederhana yang menstimulasi otak bayi untuk pemahaman objek permanen.
Diskusikan pada dokter ketika usianya 9 bulan tidak pernah merespon Anda, tidak mengeluarkan suara seperti “d-d-d” atau “m-m-m”, bahkan tidak tertarik sama sekali dengan mainan apa pun.

Bermain kreatif (Usia 9 – 12 bulan)
Dalam periode usia ini terjadi peningkatan mobilitas dan pengenalan lingkungan sekitar. Ia  semakin aktif dan cenderung mencoba memberikan stimulus pada orang lain. Misalnya ia mulai menarik perhatian Anda dengan menarik-narik pakaian Anda, menggapai dan mengambil barang-barang di sekitarnya, atau meniru suara Anda. Ia paham situasi yang ia rasakan. Kalau ia merasa sedang tidak mendapat perhatian Anda, langsung ia mencari perhatian! Idenya sangat fantastis.
Memanfaatkan situasi ini, Anda bisa mengajaknya bermain yang menstimulasi kreativitasnya serta mengenalkan perintah-perintah sederhana. Misalnya meminta dia  menyusun balok kemudian meruntuhkannya, menaruh barang di tempatnya, atau bermain tepuk-tepuk tangan sambil bernyanyi. Kira-kira bangunan seperti apa yang dibuatnya atau bagaimana ritme tepukannya?
Diskusikan pada dokter ketika bayi Anda tidak menoleh atau merespon saat Anda memanggil namanya, tidak mengerti perintah sederhana Anda, dan tidak menjawab pertanyaan Anda.

(ayahbunda.co.id)

=============================================

Mengatasi Anak Susah Makan

SETIAP anak biasanya mengalami masa sulit makan. Seringkali hal ini membuat orangtua kawatir sang anak kekurangan nutrisi. Sebenarnya, semua anak yang sehat dan normal tidak akan membiarkan dirinya kelaparan.  Jadi, jika Anda telah memeriksa anak tidak sedang sakit, tidak sedang tumbuh gigi, tidak ada sariawan/jamur atau gangguan pada pencernaannya, serta anak tetap tampak aktif dan bahagia, maka tak perlu panik menghadapi aksi anak yang satu ini.

Yang perlu dilakukan orangtua pertama kali adalah mencari tahu penyebab anak tidak mau makan. Jika memang tidak ditemukan gangguan fisik seperti di atas, maka penyebabnya adalah masalah psikis. Secara umum, anak tidak mau makan mungkin karena beberapa hal berikut:

  • Anak masih belum trampil mengolah makanan.
  • Tekstur makanan yang tidak sesuai dengan perkembangannya.
  • Suasana makan yang kurang menyenangkan.
  • Trauma dengan acara makan.
  • Bosan dengan menu, dll

Berikut ini beberapa gejala anak sulit makan dan solusi yang mungkin bisa kita lakukan agar nafsu anak kembali normal.

1. Mengeluarkan kembali dengan lidahnya

Jika ini dilakukan oleh anak yang baru belajar makan, umur 6 bulan ke atas, kemungkinan disebabkan organ-organ mulutnya belum trampil mengolah makanan atau anak merasa aneh dengan makanan yang relatif baru baginya. Sebaiknya tekstur makanannya diperlembut dan tetap sabar menyuapi.

2. Menyembur

Kemungkinan si kecil sedang mengeksplorasi organ-organ di mulutnya. Jika bayi Anda 8 bulan ke atas, bisa jadi karena makanannya terlalu cair. Anda dapat mengentalkan tekstur makanannya agar tidak disemburkan.

3. Mengulum/menyimpan di mulut dalam waktu lama

Anda bisa merangsang anak agar lebih cepat mengunyah dengan mempertahankan kehangatan makanan. Bisa dengan menyajikannya dalam mangkuk lebih besar berisi air panas/hangat. Atau membagi porsinya menjadi 2, dimana 1/2 porsi dihidangkan sambil 1/2 porsi yang lainnya tetap dihangatkan.

Untuk anak 1 tahun ke atas dapat ditambahkan lauk yang crispy seperti tempe goreng, nugget, perkedel jagung atau mungkin sekedar bawang goreng agar anak terpacu untuk lebih giat menggiling makanan dalam mulutnya.

4. Menutup mulut

Biasanya ini terjadi pada anak usia 10 bulan-2 tahun. Kemungkinan penyebabnya adalah keinginan untuk protes. Cari tahu keinginan anak. Coba turuti jika memungkinkan atau jelaskan alasan jika memang keinginannya tidak dapat dipenuhi. Dengan bahasa kasih dan konsistensi, maka masa ini bisa dilalui dengan baik.

5. Pilih-pilih makanan

Anda bisa mengolah makanan yang tidak disukainya dalam bentuk yang menarik, bentuk yang lembut hingga dapat disamarkan diantara bahan makanan yang lain, atau Anda gabungkan dengan makanan favoritnya.

Selain itu, makanlah makanan yang tidak disukainya itu di hadapannya dengan perasaan gembira dan tunjukkan ekspresi betapa nikmatnya apa yang Anda makan. Lama-lama, si kecil bisa tertarik untuk mencobanya.

Tiap masa anak sulit makan mungkin berbeda-beda cara menanganinya. Masa anak susah makan ini bisa sampai 1-2 bulan. Orangtua memang dituntut untuk sabar, kreatif dan konsisten. (bayisehat.com)

\===================================================================================

Mengatasi Demam Pada Si Kecil

Demam adalah peningkatan suhu tubuh melebihi normal. Temperatur normal tubuh berkisar antara 36-38 derajat celcius. Anak Anda mengalami demam apabila dengan pengukuran suhu temperatur :
• Termometer pada rektum atau anus melebihi 38 derajat celcius
• Termometer pada mulut melebihi 37,5 derajat celcius
• Termometer pada ketiak melebihi 37 derajat celcius

Apa Penyebab Demam?
Demam terjadi ketika "termostat" dalam tubuh meningkatkan temperatur tubuh di atas batas normal. Termostat ini berada di salah satu bagian otak yang disebut dengan hipotalamus. Hipotalamus akan mengatur temperatur tubuh yang sesuai dan akan mengirimkan sinyal ke tubuh untuk menjaga temperatur normal.

Terkadang hipotalamus akan "mengatur" temperatur tubuh menjadi lebih tinggi sebagai respon terhadap infeksi, penyakit, dan penyebab lainya. Para peneliti mengemukakan bahwa peningkatan temperatur tubuh merupakan cara tubuh untuk melawan kuman yang menyebabkan infeksi dan membuat tubuh sebagai tempat yang tidak nyaman bagi kuman tersebut.

Demam merupakan suatu gejala dan bukanlah penyakit. Demam dapat disebabkan karena infeksi, kondisi yang terlalu panas, imunisasi, dan penyebab lainnya.

Bagaimana mengukur suhu pada anak?
Mengukur suhu dengan menggunakan tangan pada dahi, pipi, atau perut anak bukanlah cara yang baik untuk mengukur demam. Anda sebaiknya mengukur peningkatan suhu pada anak menggunakan termometer untuk meyakinkan bahwa anak Anda terkena demam. Jenis termometer di antaranya adalah termometer raksa, termometer digital, dan termometer timpanik yang diletakkan pada telinga. Cara pengukuran termometer raksa di antaranya adalah :
• Untuk bayi dan balita:
Pengukuran terbaik menggunakan termometer yang diletakkan pada ketiak. Taruh ujung termometer pada pertengahan ketiak, pegang dengan satu tangan dan gunakan tangan yang lain untuk menahan lengan bayi agar tidak terbuka. Tahan termometer selama tiga hingga empat menit
• Usia lima tahun keatas:
Pengukuran terbaik adalah dengan menggunakan termometer yang diletakkan pada mulut. Apabila anak baru makan sesuatu yang dingin atau panas, tunggu 10 menit baru mengukur suhu. Baringkan anak Anda, taruh termometer di bawah lidahnya, beritahukan kepada anak Anda untuk menutup mulutnya namun jangan menggigit. Tahan termometer selama dua hingga tiga menit

Apakah anak sebaiknya dimandikan apabila demam?
Memandikan dengan menggunakan busa atau lap basah merupakan salah satu cara yang baik untuk menurunkan demam apabila anak muntah atau tidak dapat meminum obat penurun demam. Terkadang, mandi dan minum obat penurun demam dapat menurunkan demam dan membuat anak merasa lebih nyaman. Gunakan air hangat dan lap anak Anda dengan busa khusus atau lap mandi.

Bagaimana cara menangani demam pada anak ?
Tanpa obat :
• Bila anak Anda tetap makan, minum, dan bermain seperti biasa, kemungkinan dia tidak membutuhkan obat penurun panas.
• Pakaikan baju yang tipis atau pakaikan hanya pakaian dalam sehingga anak akan melepaskan panas lewat kulitnya.
• Kompres anak dengan menggunakan air hangat pada dahi, leher, ketiak, dada. Jangan biarkan kompres mengering di badan anak, angkat kompres ketika setengah kering, celup kembali di air hangat, peras, letakkan di badan anak.
• Jangan menggunakan alkohol sebagai kompres anak. Alkohol dapat menyebabkan kehilangan panas terlalu cepat sehingga menyebabkan intoksikasi atau keracunan alkohol.
• Tutupi anak dengan selimut tipis apabila anak kedinginan atau menggigil.
• Istirahatkan anak Anda karena aktivitas dapat meningkatkan demam.
• Berikan anak cairan ekstra berupa air, jus, atau susu. Apabila anak tidak mau minum, berikan anak cairan apapun yang dia inginkan.

Dengan obat :
• Obat dapat membantu anak untuk merasa lebih baik namun tidak menghentikan demam.
• Berikan Parasetamol setiap empat jam sekali atau enam kali sehari.
• Bacalah labelnya dan ikuti petunjuk yang ada sesuai dengan umur dan berat badan anak.
• Diskusikan dengan dokter sebelum memberikan Ibuprofen.
• Jangan berikan Aspirin pada anak di bawah 16 tahun karena dapat menyebabkan penyakit yang serius seperti Sindrom Reye’s yang dapat mengakibatkan kerusakan otak dan hati.

Kapan sebaiknya ke dokter?
• Hubungi dokter apabila bayi Anda demam dengan temperatur rektal lebih tinggi dari 38 derajat celcius, dan berusia di bawah tiga bulan
• Hubungi dokter apabila temperatur anak pada usia tiga bulan hingga tiga tahun mencapai suhu 39 derajat celcius atau lebih.
• Hubungi dokter apabila anak demam dan hilang nafsu makan, sakit kepala, muntah atau nyeri perut, menangis melebihi biasa, mengalami nyeri pada tenggorokan, sulit bernapas, nyeri pada telinga, dan nyeri ketika berkemih

Demam biasa tidak akan berlangsung lebih dari tiga hari. Hubungi dokter bila temperatur anak tidak turun setelah tiga hari dan telah dilakukan semua tindakan di atas (kesehatan.liputan6.com)


==========================================================================================

Tepat Memilih Sepatu Bayi

Jangan asal beli sepatu bayi. Pilih yang benar-benar tepat, karena sepatu turut menentukan perkembangan kaki bayi. Jangan mudah tergoda dengan beragam sepatu bayi yang lucu bentuk dan modelnya. Sesuaikan fungsinya dengan kebutuhan bayi.

Sepatu punya manfaat. Sepatu bukan hanya sekadar alas kaki bagi bayi. Ada sederet manfaat bagi bayi yang mungkin selama ini kurang kita pikirkan. Apa saja sih manfaat dari sepatu?

  • Melindungi kaki bayi dari benda-benda tajam.
  • Menyangga berat tubuh, sehingga titik berat bertumpu pada posisi yang benar. Posisi ini akan akan membentuk gaya berjalan yang benar.
  • Membantu mengoreksi atau memperbaiki beberapa jenis kesalahan (kelainan) pada proses tumbuh-kembang kaki bayi.
  • Membantu membentuk struktur kaki bayi yang benar dan normal.
  • Membantu dan menunjang proses belajar berjalan bayi, sesuai tahapan tumbuh kembangannya.
  • Menjaga pertumbuhan bayi serta mengarahkan rotasi tulang tungkai ke arah yang benar. Karena itu, sebaiknya bayi mulai pakai sepatu yang ergonomis sejak usia 1,5 – 7 tahun.
Macam-macam jenisnya. Jangan salah pilih, Bunda. Sepatu untuk bayi memiliki beberapa jenis sesuai dengan fungsinya. Seperti misalnya:
  • Untuk bayi belajar merangkak. Gunakan sepatu berpunggung yang tebal dan tidak bertali, agar dapat melindungi punggung kaki bayi yang menyentuh lantai.
  • Untuk bayi belajar merambat. Gunakan sepatu dengan bagian pinggir sebelah luar yang kokoh untuk melindungi bagian pinggir kaki bayi.
  • Untuk bayi belajar berjalan. Gunakan sepatu bertumit kuat dan kokoh sehingga dapat "menggenggam” tumit kaki bayi dengan baik saat melangkahkan kakinya.
Tip & Trik Pilih Sepatu. Mau berbelanja sepatu untuk bayi? Sebaiknya Anda mencari sepatu yang memiliki kriteria seperti ini:
  • Bentuknya kuat dan kokoh sehingga mampu menunjang kaki bayi dengan baik. Tidak terlalu longgar dan juga tidak terlalu sempit, bersifat ergonomis seperti “memeluk” kaki bayi sehingga nyaman dipakai.
  • Pilihlah sepatu dengan model tertutup dan dapat membentuk kaki bayi yang normal.
  • Terbuat dari bahan yang lentur atau fleksibel sehingga dapat berubah mengikuti gerakan kaki bayi. Begitu juga dengan bagian dalam sepatu, pilih yang terbuat dari bahan yang lembut sehingga kulit kaki bayi tidak mengalami iritasi.
  • Terbuat dari bahan yang lembut dan memungkinkan kulit bayi bernapas, misalnya dari kain yang menyerap keringat.
  • Ada ruang tersisa pada ujung kaki bayi, maksimal 1,5 cm.
  • Pilih yang memiliki bantalan medial arkus (bagian tengah pada sisi sebelah dalam yang sedikit menonjol), sehingga tidak membuat bayi cepat lelah.
  • Ujung sepatu berbentuk membulat atau lonjong, dan tidak runcing.
  • Sol sepatu luar (outsole) cukup lebar dan kuat untuk menopang kaki bayi, tapi juga tidak terlalu tinggi.
  • Bagian atas sol kuat “memeluk” tumit bayi. Jadi, pilih yang tidak terbuat dari kain melainkan dari kulit atau kulit imitasi. Ketinggiannya pun sebaiknya sampai menutupi tumit.
  • Pilih yang modelnya tidak menghalangi pergelangan kaki sehingga kaki bayi dapat bebas bergerak dan lutut tidak menanggung beban pada saat kaki bergerak.
Sebaiknya ganti sepatu bayi dengan yang baru setiap 2-3 bulan, sesuai tahapan perkembangan jalan yang sudah dicapainya. Dengan demikian perkembangan kaki dan kemampuan berjalan bayi akan lebih maksimal.  (ayahbunda.co.id)

===================================

Makanan Pendamping ASI yang Tepat untuk si Kecil

Vera Farah Bararah - detikHealth

Jakarta, Setelah ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, maka sudah saatnya bagi si kecil diberikan beberapa makanan pendamping ASI. Apa saja tahapan dalam memberikan MP-ASI?

Saat bayi berusia 6 bulan ke atas, maka ASI sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi bayi hingga 100 persen. Sejak usia 6 bulan bayi sudah harus diperkenalkan dengan makanan cair lain selain ASI untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizinya.

"Standar emas atau golden standard untuk makanan bayi di urutan ketiga adalah makanan pendamping ASI (MPASI). MPASI disini adalah makanan keluarga dalam arti menghindari segala makanan olahan pabrik kecuali saat darurat seperti kebanjiran atau gempa bumi," ujar Dr Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC saat dihubungi detikHealth, Senin (5/4/2010).

Dr Utami menambahkan makanan keluarga yang dimaksud adalah bayi diberikan makanan yang sama dengan kebiasaan keluarga tersebut dan masih segar, serta bukan makanan olahan pabrik atau kaleng-kalengan.

Karena berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam majalah Lancet 2003, diketahui bahwa makanan keluarga dapat mengurangi 6 persen kematian balita.

Dalam memberikan makanan pendamping ASI dibutuhkan tahapan tertentu agar bayi bisa beradaptasi dengan rasa dari tiap makanan, karena selama 6 bulan bayi sudah sangat terbiasa dengan ASI.

Saat masuk usia 6 bulan cobalah untuk memberinya bubur susu, ibu bisa mengambil beberapa sendok beras yang biasa digunakan keluarga, lalu menumbuknya hingga halus dan ditambahkan air hingga menjadi bubur. Jika sudah tidak panas dan akan diberikan ke bayi, maka tambahkan ASI (bukan susu formula atau susu sapi) sehingga menjadi bubur susu.

"Saat usia 6 bulan ini, bayi juga bisa diberikan selingan berupa buah atau jus sayur. Misalnya seminggu ini sudah diberikan bubur susu saja, maka mulai minggu depan coba tambahkan buah sebagai selingan. Tapi hal ini tergantung dari kondisi bayinya," ujar dokter yang berpraktek di RS St Carolus, Jakarta.

Saat memasuki usia 7 bulan, ibu bisa menyusui ASI saat pagi hari, lalu dilanjutkan dengan bubur susu untuk sarapan paginya, makan siang diberikan makanan tim saring halus dan malam harinya kembali menyusui ASI. Untuk selingan pagi dan sore harinya tetap bisa diberikan jus buah dan jus sayur, jika paginya jus buah maka sore harinya jus sayur atau sebaliknya.

"Untuk usia bayi diatas 7 bulan, maka bayi menerima 4 kali makanan cair yaitu ASI, bubur susu dan dua kali makanan tim saring. Saat usia 8 bulan, tekstur saringannya sudah agak lebih besar dan secara bertahap ukuran saringannya diperbesar," ungkapnya.

Pada bayi usia 8-9 bulan, maka saat malam harinya bukan diberikan ASI lagi tapi diganti dengan makanan tim saring. Tapi jika bayi terbangun di malam hari, ibu tetap bisa memberikan ASI lagi pada bayinya. MPASI untuk bayi usia 8 bulan adalah ASI, bubur susu, tim saring, ASI dan tim saring kembali saat malam hari.

Jika bayi sudah berusia di atas 9 bulan, maka bisa diberikan makanan lunak atau tim saring dengan tekstur yang lebih besar lagi. Pada makanan ini sebaiknya sudah ditambahkan dengan sedikit zat lemak seperti minyak atau margarin. Saat bayi sudah berusia 1 tahun, maka bisa diberikan nasi atau makanan yang sama dengan menu keluarga sesuai dengan kondisi bayi.

Dalam memberikan makanan pendamping ASI, ibu bisa menambahkan makanan lain seperti ati ayam, ikan, wortel dan lainnya. Tapi sebaiknya diberikan satu per satu sehingga si kecil dapat mengenali setiap rasa dari makanan tersebut. Jangan mencampurkan ati ayam dan wortel sekaligus, karena bayi akan sulit mencerna yang mana rasa wortel dan mana rasa ati.

"Jika sudah berusia di atas 2 tahun, maka makanan cair sudah tidak diperlukan lagi dalam arti bukan menjadi makanan utama. Kalau tidak mau makan nasi, coba ganti dengan karbohidrat lain seperti kentang, jagung, pasta, mie atau kuetiaw," ujar dokter yang sangat concern dengan ASI.

Karena itu jika anak tidak mau makan, orangtua tidak bisa menggantikan asupan nutrisinya dengan hanya mengonsumsi susu saja. Karena bayi tetap butuh asupan gizi lain seperti karbohidrat, protein, sayur dan buah untuk menunjang perkembangan tubuhnya.

Sebaiknya makanan pendamping ASI adalah makanan keluarga yang dibuat sendiri, sehingga terjamin kebersihan dan kandungan gizinya serta bahan yang diperlukan juga mudah didapat.

==================================================================

Kiat Melancarkan ASI

MENYUSUI adalah kegiatan yang sangat alamiah ketika seorang wanita baru melahirkan. Namun tidak semua wanita dapat menyusui anaknya dengan lancar, bahkan ada yang tidak bisa menyusui karena payudaranya tidak berfungsi dengan benar. Menjelang kehamilan, tubuh Anda secara alami akan mempersiapkan diri untuk menyusui. Anda pun tidak perlu repot-repot memberi perawatan ekstra.

Namun jika kulit Anda tergolong sensitif atau puting Anda tidak bisa keluar dan tersembunyi dalam payudara, Anda pun mau tak mau harus melakukan sesuatu agar si calon bayi tidak kesulitan meminum ASI dari payudara Anda.

Seperti dikutip dari eHow, ini dia tips yang bisa dilakukan sebelum bayi Anda lahir dan Anda pun dapat menyusui dengan lancar.

  1. Beri pijatan lembut dan beberapa tetes kolustrum pada bagian puting setiap harinya. Mulailah beberapa minggu sebelum Anda melahirkan.
  2. Berikan krim lanolin pada daerah di sekitar puting, lakukan beberapa kali setiap harinya untuk menenangkan daerah payudara yang terasa sakit dan melembutkan kulit setelah mulai menyusui.
  3. Usahakan agar penutup bra yang Anda gunakan khusus menyusui (nursing bra) tetap terbuka agar payudara Anda mendapat udara dan oksigen yang cukup.
  4. Jika Anda mempunyai masalah dengan puting yang masuk ke dalam payudara atau puting Anda tidak keluar menjelang melahirkan, konsultasikanlah dengan ahli laktasi.
  5. Ikuti grup-grup menyusui menjelang kehamilan Anda untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang masa-masa menyusui atau pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan sebelum melahirkan.
  6. Dapatkan buku yang bagus tentang menyusui dan bacalah menjelang kelahiran sehingga Anda akan mendapatkan informasi yang dibutuhkan ketika anak Anda lahir.

Selamat mencoba semoga Anda berhasil memberikan ASI secara esklusif selama 6 bulan kepada buah hati tercinta.

Sumber: health.detik.com

Online Support
Lina
0813-16743515
Pin 29FCA129
ym : lollypopkidzshop

Inggit
SMS/WhatsApp
0812-12631734
ym : lollypopkidzshop2

cs_lollypop
ym : cs_lollypopkidzshop

Email:
cs@lollypopkidzshop.com
Hari/Jam Operasional:
Senin-Jumat
(08.00-17.00 WIB)
Sabtu/Minggu/Libur Nasional
(TUTUP)
 
Featured Product
 
Produk Populer
Promo Produk
 
On Facebook
 
Powered by CubeCart
Copyright Devellion Limited 2006. All rights reserved.